Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2009

Istriku Hobby Nonton Video Porno

"Saya pria berumur 39, istri 35 tahun. Istri saya senang sekali menonton DVD porno, khususnya sebelum berhubungan seksual. Kalau istri nonton, itu artinya dia mau melakukan hubungan seks.

Dia selalu mengajak saya nonton berdua sebelum berhubungan. Dia bilang kalau tidak nonton dulu kurang terangsang. Yang membuat repot, istri ingin melakukan apa yang dilihat di DVD itu. Sampai seks oral, dia meminta saya melakukan dan sebaliknya. Apakah istri saya mengalami kelainan?

Yang lebih membuat khawatir, dia bilang masih ada yang belum dicoba. Saya jadi khawatir, bagaimana kalau dia mau melakukan yang mungkin menjijikkan? Bukankah akan menyulitkan saya?

Apakah bukan kelainan kalau suatu saat istri mengatakan keinginan seperti itu? Sampai saat ini hubungan intim saya dan istri tetap biasa saja karena saya masih dapat memenuhi keinginannya.

Kalau terus begitu, apa yang mesti saya lakukan? Apakah istri bukan addict terhadap tayangan porno? Sampai batas mana masih dapat ditolerir?
A.H, Jakarta

Bukan asal porno
Pada dasarnya rangsangan seksual dapat bersifat fisik dan psikis. Rangsangan audiovisual seperti melalui tayangan porno di DVD itu adalah contoh rangsangan yang bersifat psikis. Apa pun jenis rangsangan seksual, tidak selalu menimbulkan reaksi yang sama pada setiap orang.

Ada rangsangan yang secara umum dapat menimbulkan reaksi seksual. Contohnya, rangsangan pada payudara, umumnya dapat menimbulkan reaksi seksual pada wanita, demikian juga pada pria. Meski begitu, ada wanita yang tidak nyaman dirangsang payudaranya.

Reaksi seksual yang berbeda ini lebih nyata pada rangsangan yang bersifat psikis. Sebagai contoh, tayangan porno tertentu bagi sebagian orang bisa meningkatkan reaksi seksual, tapi bagi orang lain bisa menghambat.

Bagi istri Anda, tayangan DVD porno terasa menyenangkan, sehingga menimbulkan reaksi seksual yang baik. Karena itu, dia senang menontonnya. Kebiasaannya ini tidak berarti dia mengalami kelainan seksual.

Kalau wanita lain tidak perlu melakukan seperti itu, ya bukan masalah juga. Rangsangan psikis bagi setiap orang tidak harus sama.

Istri Anda sangat perlu mendapat informasi yang benar mengenai berbagai adegan dalam DVD porno itu. Artinya, tidak semua adegan bersifat fisiologis berdasarkan ilmu pengetahuan, sehingga tidak harus diikuti, apalagi kalau sampai mengganggu Anda sebagai suaminya. Kalau ini terjadi, kehidupan seksual Anda dan istri menjadi tidak harmonis.

Ada tiga syarat bagi kehidupan seksual yang harmonis. Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik fisik maupun psikis.

Kalau istri ingin melakukan variasi seperti pada DVD yang ditontonnya, lakukan yang memenuhi ketiga syarat di atas. Berarti kalau Anda terganggu perasaan tidak nyaman, jangan lakukan itu. Jelaskan kepada istri Anda mengapa Anda tidak ingin melakukan itu.

Sebenarnya kalau istri memerlukan rangsangan audiovisual seperti itu, bukan DVD asal porno yang perlu disaksikan, melainkan DVD erotis yang memang dibuat untuk tujuan pengobatan gangguan fungsi seksual. DVD jenis inilah yang layak disaksikan oleh istri Anda, bukan asal porno.

Konsultasi seks dengan Prof.Dr.Wimpie Pangkhaila, Sp.And.
www.lokerkimia.com

0 komentar:

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP